Edubridge Kelapa Gading

Jl. Boulevard Timur Raya Blok NE 1 no. 58, RT.8/RW.12, East Kelapa Gading, Kelapa Gading, North Jakarta City, Jakarta 14240

pelajar mengerjakan tes ielts writing dengan strategi

Skor IELTS Writing Nggak Naik-Naik? Sudah Coba Strategi Sukses Ini Belum?

Bridgers, siapa nih yang lagi persiapan dan mencari strategi tepat untuk menaklukan tes IELTS Writing? Sering nggak sih tiba-tiba nge-blank pas harus nulis dalam Bahasa Inggris? Di tambah lagi, waktunya jalan terus?

Tenang, kamu nggak sendirian lho. Banyak kandidat tes mengalami hal yang sama, dan biasanya bukan karena nggak bisa, tapi karena nggak tahu harus mulai dari mana.

Lewat artikel ini, EduBridge bakal bahas strategi sukses IELTS Writing yang bisa banget kamu contek. Mulai dari format tes, sistem penilaian, contoh umum IELTS Writing Task 1 & 2, sampai hal-hal penting yang perlu kamu perhatikan biar nggak blank saat ujian. Yuk, kita bahas satu per satu!

Apa Saja Strategi Sukses Mengerjakan IELTS Writing?

Biar band score Writing kamu bisa maksimal, ada beberapa strategi penting yang wajib kamu pahami sebelum hari-H tes.

1. Kenali Format IELTS Writing dari Awal

Di IELTS Writing, kamu akan mengerjakan dua task berbeda dalam total waktu 60 menit. Karena waktunya terbatas, penting banget buat tahu apa yang harus kamu kerjakan di setiap task.

  • Task 1
Contoh IELTS Writing Task 1 berdasarkan IELTS.org

Di task pertama, kamu perlu mendeskripsikan data visual seperti grafik, tabel, chart atau diagram menggunakan bahasamu sendiri. 

Durasi tes task 1 ini berlangsung selama 20 menit, dengan minimal 150 kata. Fokus utamanya bukan opini, tapi menyampaikan informasi secara jelas dan akurat.

  • Task 2
Contoh IELTS Writing Task 2 berdasarkan IELTS.org

Di task kedua, kamu akan diberi sebuah topik yang berisi argumen, sudut pandang, atau permasalahan tertentu. Tugas kamu adalah membahas topik tersebut secara logis dan terstruktur.

Kamu punya 40 menit untuk menulis minimal 250 kata, lengkap dengan penjelasan, contoh, dan pendapat yang relevan.

2. Pahami Kriteria Penilaian IELTS Writing

Sebelum mengerjakan tes, perlu kamu ketahui kalau tim examiner akan menilai hasil tulisanmu berdasarkan empat kriteria penting ini:

  • Task achievement/response: Menilai seberapa tepat dan relevan jawabanmu terhadap pertanyaan soal. Khusus task 2, cara kamu mengembangkan argumen, memberikan bukti dan contoh berdasarkan pengalaman/opini juga akan dinilai. 
  • Coherence and cohesion: Melihat alur dan kerapian ide dalam tulisan kamu. Tes examiner akan menilai apakah tulisanmu mudah diikuti, tersusun secara logis.
  • Lexical resource: Menilai seberapa luas dan tepat vocabulary yang kamu gunakan.
  • Grammatical range and accuracy: Menilai seberapa luas dan tepat grammar yang kamu gunakan.

3. Pahami Soal dengan Baik dan Teliti

Setelah memahami format tes dan sistem penilaian IELTS Writing, barulah kamu benar-benar siap masuk ke tahap latihan atau ujian yang sebenarnya.

Saat ujian atau latihan, jangan langsung menulis. Luangkan sekitar 1–2 menit pertama untuk:

  • membaca soal dengan teliti (mulai dari mem-“bedah” komponen kata yang ada di tiap soal agar tulisanmu tetap relevan, luas, dan rinci),
  • memahami instruksi yang diberikan,
  • mengidentifikasi poin apa saja yang wajib kamu jawab.

Kalau salah paham, bisa bikin tulisanmu off-topic lho, dan tentunya ini sangat berpengaruh pada skor terutama di kriteria Task Achievement/Response.

4. Mulai Rangkai Ide Paragraf Secara Terstruktur

Setelah paham soal, langkah penting berikutnya adalah menyusun kerangka tulisan terlebih dulu karena tulisan yang rapi & terstruktur biasanya punya skor yang tinggi. Dengan strategi ini, kamu juga bisa mempercepat penulisan lho! 

Artinya sebelum menulis, luangkan sekitar satu menit untuk menentukan:

  • berapa paragraf yang akan kamu tulis,
  • ide utama di setiap paragraf,
  • urutan penyampaian ide yang paling masuk akal.

Rekomendasi Struktur IELTS Writing versi EduBridge

Untuk Writing Task 1, struktur paling aman adalah:

  • Introduction (1 kalimat): Parafrase soal + deskripsi singkat dari data visual yang tersedia.
  • Overview (1-2 kalimat): Ringkas poin penting/main trend dari data visual.
  • Body Paragraph 1: Jelaskan main trend pertama. Bisa menggunakan data seperti angka, persentase, atau tahun.
  • Body Paragraph 2: Lanjutkan dengan main trend berikutnya, atau bisa juga membandingkan data lain yang relevan.

Sedangkan untuk Writing Task 2, kamu bisa menggunakan struktur berikut:

  • Introduction: Parafrase soal, tuliskan thesis statement, dan sampaikan argumen/opinimu.
  • Body Paragraph 1: Fokus membahas satu ide utama dengan penjelasan dan contoh yang relevan.
  • Body Paragraph 2: Strukturnya serupa dengan Body Paragraph 1, namun dengan fokus ide yang berbeda dan saling berkaitan.
  • Conclusion: Ringkas poin utama dan pertegas kembali opinimu.

Pastikan satu paragraf hanya membahas satu ide utama ya, Bridgers. Paragraf yang jelas dan rapi akan meningkatkan skor Coherence and Cohesion.

5. Hindari Menggunakan Vocabulary yang Sulit (Pahami Bedanya Vocab vs. Diksi)

Banyak peserta IELTS mengira semakin banyak penggunaan vocabulary yang langka, semakin baik pula kualitas tulisannya. Padahal, penilaian skor bukan dari banyaknya penggunaan vocab yang rumit, melainkan bisa menggunakan kata dengan tepat.

Di sinilah, penting banget tahu perbedaan antara vocabulary dan diksi:

  • Vocabulary: kamu tahu arti sebuah kata.
  • Diksi: kamu tahu bagaimana penggunaan kata tersebut tepat.

Dalam praktiknya, menggunakan vocabulary yang sederhana, natural, dan sesuai konteks justru lebih baik dibandingkan memaksakan kata rumit yang lebih berisiko mengakibatkan salah makna.

6. Gunakan Tenses yang Tepat dan Secukupnya

Siapa nih yang suka deg-degan tiap bahas grammar? Bridgers nggak harus kok menerapkan semua jenis tenses yang ada atau struktur yang rumit.

Yang paling penting adalah:

  • memilih tenses sesuai konteks,
  • menggunakannya secara konsisten,
  • meminimalkan kesalahan dasar.

Berikut beberapa rumus simple yang bisa kamu hapalkan:

  • Present simple: untuk pendapat/fakta umum,
  • Past tense: untuk contoh pengalaman,
  • Future tense: digunakan jika membahas prediksi atau hal yang akan terjadi di masa depan

Daripada memaksakan struktur kalimat yang terlalu kompleks, Bridgers bisa menggunakan struktur yang lebih sederhana tapi tetap akurat. Kesalahan kecil justru bisa berpengaruh pada skor Grammatical Range and Accuracy lho.

Selain tenses, kamu juga perlu memperhatikan hal-hal mendasar seperti conditional sentences, penggunaan artikel (a, an, the), subject–verb agreement, preposition, serta bentuk singular dan plural yang sering banget jadi kesalahan umum di tes IELTS Writing!

Belajar IELTS Nggak Harus Sendiri, IELTS Preparation by MyEnglish Siap Bantu!

Nah, buat kamu yang butuh bimbingan dan ngerasa nggak terarah kalau harus belajar sendiri, IELTS Preparation by MyEnglish siap nemenin proses belajarmu dengan strategi IELTS Writing yang tepat biar skor mu bisa lebih maksimal.

Di sini, kamu akan dibimbing oleh tutor berpengalaman dengan latihan yang personalized sesuai kebutuhanmu. Yuk, daftar MyEnglish IELTS Preparation Class sekarang dan raih skor tertinggimu!✨

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *