Bridgers! Kamu harus tahu kalau akhir-akhir ini banyak bencana alam yang kembali terjadi di Indonesia, mulai dari gunung meletus, gempa bumi, hingga bencana lainnya. Kejadian ini berdampak besar bagi manusia dan lingkungan sekitar.
Di tengah risiko tersebut, teknologi punya peran penting untuk membantu manusia menghadapi bencana, yaitu dengan mendeteksi potensi bencana hingga membantu proses evakuasi.
Kabar baiknya, ada, lho, jurusan kuliah yang bisa kamu pilih untuk mempelajari bagaimana cara manajemen bencana. Yuk, cari tahu beberapa jurusannya di bawah ini!
Bagaimana Jurusan Manajemen Bencana Memanfaatkan Teknologi?
Kamu pasti sudah nggak asing lagi sama ChatGPT, kan? Nah, ini adalah salah satu teknologi yang bisa membuat pekerjaan jadi lebih efisien, bahkan membantu kamu mengerjakan tugas sehari-hari.
Eitss! Ternyata nggak cuma itu, teknologi juga bisa membantu kita mencegah dan menghadapi bencana, lho!
“Emang gimana caranya?” Mulai dari mendeteksi potensi bencana, memberikan early warning, membuat bangunan lebih tahan gempa, hingga memetakan daerah rawan bencana.
Kamu pasti tahu negara Jepang, kan? Jepang menjadi salah satu negara yang memanfaatkan teknologi untuk mitigasi bencana melalui Earthquake Early Warning (EEW).
Lalu, jurusan kuliah apa saja yang mempelajari hal ini? Yuk, cari tahu, Bridgers!
Yuk, Kenalan dengan Berbagai Jurusan Manajemen Bencana!
1. Disaster & Emergency Management
Kamu masih ingat masa-masa COVID-19 beberapa tahun lalu nggak, Bridgers? Saat itu, dunia berlomba-lomba menghadapi virus ini. Mulai dari membuat vaksin, menggunakan alat pelindung diri (APD) dan masker, menerapkan social distancing, sampai mengatur bantuan bagi masyarakat.
Nah, cara menghadapi kondisi darurat seperti ini bisa kamu pelajari di jurusan Disaster & Emergency Management. Di sini, kamu akan mempelajari bagaimana memahami risiko, merencanakan respons saat bencana terjadi, hingga membantu masyarakat menghadapi berbagai kondisi darurat.
Lulusan dari jurusan ini dapat berkarier di bidang Emergency Management, Public Safety, atau Disaster Management Consultant dengan rata-rata gaji yang akan kamu dapatkan sekitar $100.000 – $129.000/year.
2. Civil Engineering
Bridgers! Kamu tahu nggak, kalau Jepang adalah salah satu negara yang sering mengalami gempa bumi?
Tetapi, menariknya banyak bangunan di Jepang bisa tetap berdiri saat gempa, lho. Nah, salah satu alasannya, karena desain bangunan yang dipadukan dengan teknologi, seperti isolator seismik dan peredam kejut untuk mengurangi dampak guncangan gempa.
Kalau kamu tertarik mempelajari cara membuat bangunan seperti itu, jurusan ini bisa jadi pilihan buat kamu, lho! Di sini, kamu akan mempelajari struktur bangunan, material konstruksi, geoteknik, hingga perencanaan infrastruktur. Kamu juga akan belajar merancang bangunan yang lebih aman dan tahan terhadap berbagai risiko bencana.
Lulusan Civil Engineering dapat berkarier sebagai Urban Planner, Structural Engineer, atau Construction Engineer dengan rata-rata gaji yang akan kamu dapatkan sekitar $81.000 – $105.000/year.
3. Urban Planning & Design
Kamu pernah kepikiran nggak, kenapa Jakarta sering banjir? Sebagian orang menganggap penyebabnya karena kebiasaan membuang sampah sembarangan atau curah hujan yang tinggi. Padahal, bukan cuma karena itu, lho. Tata ruang dan bagaimana sebuah kota dirancang juga punya peran penting.
Nah, hal inilah yang bisa kamu pelajari di jurusan Urban Planning & Design. Di sini, kamu akan mempelajari cara merencanakan kota, tata guna lahan, transportasi, hingga infrastruktur agar sebuah kawasan bisa menjadi lebih aman, nyaman, dan siap menghadapi risiko bencana.
Lulusan dari jurusan ini dapat berkarier sebagai Sustainable Design Consultant, Urban Designer, atau Smart City Project Manager dengan rata-rata gaji yang akan kamu dapatkan sekitar $75.000 – $90.000/year.
4. Geotechnical Engineering
Ketika lagi holiday, kamu pernah melewati daerah yang dipenuhi ruko, perumahan, bahkan gedung perkantoran? Ternyata, berbagai bangunan tersebut nggak hanya mempertimbangkan lokasi, tetapi juga kondisi tanah di wilayah tersebut.
Penasaran nggak sih, gimana seorang engineer bisa tahu mana wilayah yang cocok untuk dibangun suatu bangunan? Hal ini bisa kamu pelajari di jurusan Geotechnical Engineering. Di sini kamu akan mempelajari karakteristik tanah dan batuan serta penerapannya pada bangunan, jalan, terowongan, bendungan, hingga struktur bawah tanah.
Lulusan dari jurusan ini dapat berkarier sebagai Geotechnical Engineer, Geotechnical Consultant, atau Construction Manager dengan rata-rata gaji yang akan kamu dapatkan sekitar $92.000 – $108.000/year.
5. Geodesy & Geomatics
Bridgers, siapa nih yang sering pakai maps buat pergi ke tempat yang sedang viral? Terus, kepo “Kok GPS bisa tahu lokasi suatu tempat, ya?”. Jurusan ini cocok buat menjawab rasa penasaran kamu.
Di jurusan ini, kamu akan mempelajari cara mengukur dan memahami kondisi permukaan bumi. Nah, ilmu yang kamu dapat bisa digunakan untuk memantau lingkungan, mengelola wilayah, hingga memetakan daerah yang rawan bencana.
Lulusan dari bidang ini dapat berkarier sebagai Geomatics Engineer, Surveyor, GIS Specialist, atau Remote Sensing Specialist dengan rata-rata gaji yang akan kamu dapatkan sekitar $83.000 – $93.000/year.
Lalu, Jurusan Manajemen Bencana Mana yang Sesuai dengan Diri Kamu?
Bridgers, setiap jurusan punya fokus dan peluang karier yang berbeda. Jadi, jangan memilih jurusan hanya karena sedang tren atau terlihat menjanjikan. Pastikan jurusan yang kamu pilih juga sesuai dengan minat, bakat, dan potensi diri kamu.
Masih bingung menentukan jurusan yang cocok? Yuk, coba daftar MyFuture Psychotest!
Dengan MyFuture Psychotest, kamu bisa mengenali potensi diri, minat, bakat, serta kecenderungan karier yang sesuai. Hasilnya dapat membantumu menentukan jurusan kuliah, menyusun rencana studi, dan mempersiapkan karier di masa depan dengan lebih percaya diri.
